Friday, May 4, 2012

Indonesia, Thoughest Place to be A Bin Man?

Kalo temen-temen sering ngelihat acara Jika Aku Menjadi di salah satu stasiun TV swasta di Indonesia, nah ada juga reality show seperti ini di situs BBC London. Disini pesertanya mendapat kesempatan untuk mengunjungi tempat suatu tempat yang match banget sama keinginan dari guest nya. Wuih bagus banget ya format acara seperti ini.

Nah yang agak miris adalah Indonesia pernah menjadi salah satu negara yang menjadi tujuan dari acara ini dengan tema a bin man. Yah bin man alias tukang sampah. Dan kebetulan ada orang yang berbaik hati banget merekam acara ini dan meng-upload di youtube. Buat yang pengen tahu gimana acaranya, search aja di youtube dengan kata kunci toughest place to be a bin man. Bisa juga langsung ke situs web BBC berikut ini http://www.bbc.co.uk/news/uk-16733269 

Imam dan Wilbur Ramirez


Buat resensi aja, toughest place to be a bin man menceritakan kisah Wilbur Ramirez, seorang tukang sampah di Inggris,  yang menjalankan profesinya di Indonesia selama sepuluh hari. Selama itu ia didampingi Imam, seorang tukang sampah di Jakarta. Wilbur yang biasanya bekerja dengan mobil AC dan peralatan yang modern terkejut melihat tukang sampah Indonesia yang hanya menggunakan gerobak. Ia membantu Imam untuk membersihkan komplek perumahan yang menjadi tanggung jawab Imam. Dalam sehari ia dapat mengumpulkan sampah hingga satu ton, berkali-kali berputar antara perumahan dan tempat penampungan sampah.

Wilbur sendiri mengatakan bahwa pekerjaan ini sangat berat di Indonesia. Apalagi dengan upah yang relatif kecil dan tanggapan dari orang-orang yang kurang enak, jauh berbeda dari lingkungannya di Inggris.

Berkaca dari tayangan ini, harusnya kita bisa lebih menghargai suatu pekerjaan. Yah Indonesia memang negeri yang seperti ini, diskriminasi pekerjaan yang telalu besar. Orang-orang besar tidak peduli bagaimana nasib rakyat kecil, semua asal tahu beres aja. Lihat dunk, sampah itu kan semua orang juga membuang, harusnya hargai juga orang-orang seperti Imam ini. Nggak susah kan untuk sekedar berterimakasih dengan tulus (bukan fulus) kepada orang-orang seperti ini?

No comments:

Post a Comment

any comment?