Tuesday, May 29, 2012

Kehidupan Jalanan di Kota (BESAR kecil)

Lagi-lagi sebuah tulisan random, hal yang berlalu lalang di otakku.

Yah sebuah kota besar. Dan Magelang mungkin hanya kota kecil (tapi sudah ada mall ya, jangan salah). Kehidupan di kota memang keras sepertinya. Aku yang dirumah biasa mengobrol dengan supir-supir angkot yang entah bagaimana ceritanya aku bisa akrab dan mereka pun bisa bercerita panjang denganku. Sementara di kota besar ini, boro-boro mereka curhat untuk sekedar mengatakan hari ini sepi penumpang. Yang ada supir-supir itu berteriak-teriak, menyalahkan mobil lain yang menyalip atau apa saja yang dapat mereka umpat.

Enam tahun, jaman aku masih sekolah SMP SMA, yang tiap hari aku naik angkot. Ngetem, yah selalu di terminal menanti penumpang penuh. Dan orang-orang lain akan mengeluh lamaaa atau panas. Aku memilih mengobrol dengan makelar terminal, disela ia yang selalu dimarahi penumpang. Atau aku memilih diam membaca koran yang kupinjam dari Mas Kelik, salah satu supir yang sudah terbiasa dengan kebiasaanku itu. Dan biasanya aku akan mengisi sudoku sampai penuh, hihihi sebuah cerita kecil.

Penumpang di kota kecilku sekarang juga sering marah-marah kalo angkotnya ngetem lama, tapi di Bogor umpatan itu terasa biasa saja. Supir yang ugal-ugalan dan penumpang yang banyak mengeluh. Ah, belum lagi pengamen-pengamen kecil yang selalu nebeng. Waktu awal di kotat besar ini aku agak kaget, di kota kecilku pengamen hanya ada di bis mini (mikrolet) bukan di angkot. Dan aku galau kalau disuruh memberi sedikit uang receh ke mereka. Ah, semuanya serba random. Sebuah kehidupan yang jujur aku kurang suka.

Ah, ini hanya pikiran-pikiran yang melintas begitu saja di otakku. Mungkin tidak ada maknanya, dan aku memang hanya ingin melepaskannya dari otakku saja.

2 comments:

  1. Maafkan kota hijau itu Ms. Bagaimanapun kotanya tetep dicinta ^^

    ReplyDelete
  2. Hahahha, bagaimanapun ini kotaku juga gy. Cuma pendapat pribadi, semoga nggak ada yang tersinggung,

    ReplyDelete

any comment?