Tuesday, May 29, 2012

Kehidupan kecil di Kota kecil

Tiba-tiba merindukan beberapa orang di kampung halaman. Lagi-lagi curhatan random.

Mbak Anna, seorang pengusaha travel bersama suaminya Mas Yudi. Aku baru mengenalnya sekitar bulan Februari lalu dan banyak sekali curhatan yang ia bagi. Agak bosan juga dengan nasehatnya untuk fokus demi masa depan, tapi setidaknya ia selalu berbagi banyak cerita padaku. Tentang keputusannya menjadi pengusaha travel dibandingkan bekerja untuk orang lain. Dan ketika sepupunya Rio yang mulai bekerja di sebuah bank, tentang penasarannya ia kaan sepupunya itu akan bertahan dibawah kepeminpinanan orang.

Pak Sugeng, tukang becak yang entah kenapa begitu sering melucu tentang apa saja. Ia yang tidak mau menarik becak untuk penumpang, dan hanya mengantarkan paket-paket besar keliling kota Magelang. Yang tak mengeluh meski ia dari salah alamat sampaii benar-benar mengintari kota dari tengah ke selatan kembali ke utara dengan bawaan penuh dan gaji lima ribu perak. Yang meski rantai motor bututnya patah ia mengambil rantai patah yang lain dari bengkel untuk mengganti rantai motornya. Masih mau menguras WC dan mencuci mobil travel yang lalu lalang di terminal. Ah kehidupan dia yang jauh dari keluarganya, namun ia masih terus saja tertawa.

Mbah Ponirah dan Mak Santi yang sering meminta-minta di terminal. Cerita lucu Mbah Ponirah yang kepergok saat meminta-minta. Orang yang dia minta siang itu ternyata satu angkot dengannya waktu berangkat tadi. Yah Mbah Ponirah yang biasa memakai perhiasan lengkap dan mencopotnya waktu objekan. Atau mungkin Mak Santi yang selalu membeli banyak oleh-oleh untuk anak dan cucunya dirumah. Yah, peminta yang bahkan di rumahnya ia mencuci dengan mesin cuci. Hmmm mungkin aku harus sangat-sangat iri ya dimana keluargaku pun mencuci dengan tangan. Hihihi, tapi begitulah kehidupan. Sedikit random sepertinya.

No comments:

Post a Comment

any comment?