Tuesday, May 29, 2012

Nenek dan Kue Mendut

Tulisan ini bukan penjelasan, justru karena rasa penasaran aku terhadap sesuatu di kampung halaman.

Bulan Januari, di angkot jalur 4. Aku dan ibuku bersama dengan seorang nenek. Pedagang mendut di alun-alun Magelang. Sebuahnya 300 rupiah. Ukurannya lumayan besar dan masih hangat di sore hari itu. Ternyata ia biasa berjualan, aku tidak sempat bertanya banyak karena ia sudah turun duluan. Entah ia membawa berapa buah bungkus dalam wadah bambunya. Terpikir berapa modal yang nenek itu keluarkan, belum lagi tenaga dan waktunya. Apakah ia balik modal. Seorang nenek tua, berjualan di malam hari.

Sesampainya di rumah aku membahasnya dengan kedua orang tuaku sambil menikmati mendut yang masih hangat meski sudah beberapa lama. Bapakku hanya berkata, yah itulah pilihan orang.  Mungkin nenek itu hanya bisa membuat mendut atau apalah. Ya semuanya itu pilihan hidup. Dan aku belum sempat mengunjunginya lagi, semoga suatu saat nanti aku diberi kesempatan bertemu dan mencicipi lagi kue mendutnya. Aku hanya bisa berdoa semoga beliau selalu sehat, dan dagangannya selalu laku serta diberikan kecukupan.


3 comments:

any comment?