Tuesday, May 29, 2012

Sandal dan pelajaran bagiku

baru tau yang namanya sandal elizabeth
Aku sedang tidak enak hati, yah biarkan aku sedikit curhat di blog ini karena facebook dan twitter sudah bukan tempat yang asyik untuk berbagi. Aku ingin bercerita random, setidaknya apa yang dipikiranku bisa keluar.

Aku sedang dilanda rindu akan sebuah kehidupan yang entah kenapa begitu lekat tak lekang dari harapku. Aku ingat ketika aku naik kelas dan meminta sepatu ke Kakekku, pengen sepatu baru yang agak bagusan. Yang ada aku diomeli, buat apa sepatu bagus kalo toh diinjek-injek juga. Hahaha, dan ibuku akan menambahkan sepatu mau harganya ratusan ribu atau berapapun itu emang tempatnya dibawah. Tapi peci yang harganya nggak nyampe sepuluh ribu juga dipakainya tetap aja di kepala. Aku tidak ingin menilai segala sesuatu dari harganya tapi nilainya.

ini yang namanya daimatu
Aku nggak pernah berpikir untuk memakai hal-hal yang aneh-aneh yang dihargai dengan uang, yah karena keluargaku bukan keluarga yang banyak uang. Selama segala sesuatu cukup dan yang paling penting adalah bersyukur. Entah mungkin orang menginginkan sandal elizabeth yang harganya jutaan itu, ah apa pula itu aku tak tahu. Aku cukup dengan sendal swallow atau mungkin daimatu jaman jadul itu. Dan hal kecil itu membentuk diriku yang tidak mudah kepengen terhadap sesuatu. Yah payah juga sih karena aku jadi orang yang serba pasrah, nggak ada hubungannya ma orang Jawa ya. Setidaknya itu membentuk diriku yang bersyukur dengan keadaanku.

No comments:

Post a Comment

any comment?