Wednesday, June 27, 2012

CEO Bakrie, Just Do It!

Siapa yang tidak tahu Bakrie and Brothers Company? Yah setidaknya secara sepintas pasti pernah mendengar nama tersebut, walaupun sebenarnya banyak usaha Bakrie yang dinikmati setiap harinya. Bakrie merupakan sebuah kumpulan perusahaan milik keluarga besar Bakrie. Dan jika saya menjadi CEO Bakrie, tentu saya menjadi CEO yang paling tidak tahu bagaimana keadaan perusahaan sendiri. Yah saya hanya orang yang sepintas lalu mengenal Bakrie. Ditambah lagi saya bukan orang yang mengerti manajemen atau berkemampuan membuat business plan lengkap dengan analisa SWOT dengan baik. Disini saya akan memaparkan secara acak pemikiran saya mengenai usaha Bakrie ke depan.
Sudah banyak usaha yang menjadi objek usaha diantaranya di bidang batubara, migas, agribisnis sampai telekomunikasi. Secara umum Bakrie memiliki kekuatan yang sangat besar untuk terus melakukan usaha baik invansi maupun ekspansi. Modal tentu bukan menjadi hal yang mengkhawatirkan. Selain itu kepercayaan para investor baik dari dalam dan luar negeri begitu besar kepada grup perusahaan ini.
politik.kompasiana.com
Namun beberapa kabar miring mengenai Bakrie bisa saja menjadi salah hal yang harus diperhatikan. Nama Bakrie kadang muncul di berita sebagai perusahaan yang tidak bertanggung jawab. Selain itu juga adanya kepentingan politik yang begitu besar. Setidaknya kasus Lapindo yang sudah terjadi sejak tahun 2005 (7 tahun yang lalu) ini menguras kepercayaan bangsa Indonesia terhadap kepedulian Bakrie terhadap dampak yang terjadi dari usaha migas yang telah dilakukan. Jika saya menjadi CEO grup Bakrie tentu saya ingin menjadikan ini sebagai salah satu objek untuk membangun kepercayaan kembali terhadap perusahaan. Pertama dengan mengembalikan apa hal yang telah hilang dari mereka. Rumah dan lapangan kerja. Pemebrian modal usaha sangat berguna untuk membangun kembali nama baik Bakrie. Semakin lama kasus Lapindo ini tidak diselesaikan, semakin banyak pula dampak terhadap nama Bakrie.



panel surya
Jika harus menyebutkan salah satu usaha, mungkin saya akan mengusulkan untuk usaha sel surya. Saya tidak tahu apakah ini sudah menjadi salah satu usaha yang dikelola Bakrie. Kalaupun sudah, setidaknya saya dapat memberikan pendapat dan dukungan untuk terus melanjutkan usaha ini. Sudah banyak sebenarnya usaha ini, namun aplikasi di masyarakat masih sangat kurang. Jika toh import dari luar negeri, harga pasaran di Indonesia akan menjadi tinggi karena adanya pajak dan cukai. Namun dengan memproduksinya di dalam negeri tentu akan memberikan nilai positif. Selain karena Indonesia berada di wilayah tropis dengan sinar matahari sepanjang tahun. Usaha panel surya juga bersifat tidak merusak lingkungan. Artinya ini menjadi salah satu usaha memperbaiki nama perusahaan setelah kasus Lapindo yang merusak lingkungan. Bakrie sudah memiliki jaringan yang luas untuk pasarnya. Namun tetap jangan lupa, produk keluaran Bakrie tidak hanya untuk industri skala besar atau kalangan tertentu. Intinya Bakrie harus memiliki kepedulian terhadap masyarakat umum.

Saya kurang tahu sebenarnya sistem kerja dalam peusahaan Bakrie ini sebenarnya bagaimana kualitasnya, namun saya yakin bertahan sampai 70 tahun bisa menjelaskan kredibilitas sistem kerjanya. Namun tentu saja pelayanan Bakrie untuk pelanggan secara langsung harus diperhatikan, bukan hanya masalah manajemennya. Baru semalam teman saya bercerita tentang komplainnya terhadap AHA ke salah satu gerai AHA. Sayangnya jawaban yang diberikan tidak memuaskan dan ia pulang tanpa penyelesaian. Sedikit melihat dari sini, manajemen memang tidak secara langsung bertanggung jawab atas custumer service atau hal-hal semacam ini. Namun peningkatkan kepuasan pelanggan tetap harus diutamakan.

No comments:

Post a Comment

any comment?