Showing posts with label food technology. Show all posts
Showing posts with label food technology. Show all posts

Thursday, January 17, 2013

Kegagalan Saat Membuat Cake dan Solusinya

Cake tidak mengembang dengan sempurna

Disebabkan oleh takran bahan yang tidak sesuai, suhu oven yang tidak sesuai (terlalu tinggi atau rendah)
Ukur bahan sesuai takaran dalam resep, siapkan peralatan khusus dan baca rincian proses dengan teliti. Siapkan segala sesuatu yang dibutuhkan sebelum Anda benar-benar meramu adonan.

Bahan campuran mengendap di dasar cake

Buah atau kacang biasanya ditambahkan dalam cake, jika berlebihan maka masanya akan menyebabkan penuruanan bahan tersebut.
Tambahkan buah kering dan kacang dalam jumlah tidak terlalu banyak, jangan aduk adonan terlalu sering sebelum dipanggang.

Sunday, February 21, 2010

Sterilisasi Bahan dan Peralatan

Sterilisasi dengan panas adalah unit operasi dimana bahan dipanaskan dengan suhu yang cukup tinggi dan waktu tertentu untuk merusak mikroba dan aktivitas enzim. Sebagai hasilnya, bahan yang disterilkan akan memiliki daya simpan lebih lama pada suhu ruang (ptp2007 2007). Lama sterilisasi dipengaruhi oleh resistensi mikroorganisme dan enzim terhadap panas, kondisi pemanasan, pH bahan, ukuran bahan dan wadah yang disterilkan serta keadaan fisik bahan.

Alat yang biasa dipakai untuk sterilisasi adalah oven yang biasa dipakai untuk mensterilkan alat-alat gelas seperti erlenmeyer, petri dish, tabung reaksi dan alat gelas lainnya. Bahan yang mengandung cairan tidak dapat disterilkan dengan oven tetapi melalui sterilisasi degan uap air panas.

Saturday, August 1, 2009

Produk Pangan Bentuk Emulsi

Produk pangan yang berbentuk emulsi o/w: mayonnaise, salad dressing, milk, cream, ice cream

Contoh emulsifier yang biasa digunakan pada ice cream yaitu monogliserida dengan nilai HLB (hidrofilik/lipofilik balance) bernilai 4.

Emulsifier sangat penting dalam semua tahap pembuatan yaitu meningkatkan kekuatan dan stabilitas aglomerasi globula lemak serta mengendalikannya untuk mencegah oiling out atau churning selama tahap pembekuan.

Isolat Protein

Protein merupakan salah satu unsur gizi penting dalam bahan pangan. Kandungan protein dalam bahan pangan beragam. Untuk memperoleh protein dalam konsentrasi tinggi, dibuat protein dalam bentuk konsentrat atau isolat. Konsentrat protein mengandung protein minimal 70%, sementara isolat protein mencapai 95%. Keduanya memiliki kandungan yang lebih besar dibanding tepung protein biasa yang kandungannya hanya sekitar 50%. Cara pembuatan isolat dan konsentrat adalah dengan menyingkirkan komponen-komponen lain dalam bahan pangan seperti karbohidrat dan lemak.

Pembuatan isolat protein dilakukan dengan menggunakan sifat-sifat fungsional protein. Salah satu yang paling berpengaruh adalah sifat kelarutan protein. Isolat protein dibuat dengan cara mengendapkan protein pada titik isoelektriknya. Dengan cara ini, protein dapat diisolasi dan dipisahkan dari bagian bahan lainnya yang tidak diinginkan.