Thursday, January 26, 2012

Status Disamakan Namun Tetap Berbeda

UUD 1945 menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pengajaran. Hal ini tentu menjadi sangat krusial mana kala masalah pendidikan di Indonesia masih belum menemukan jalan keluar yang tepat. Mulai dari banyaknya anak usia sekolah yang masih belum dapat mengenyam bangku pendidikan karena kondisi ekonomi yang kekurangan, hingga masalah kurikulum pembelajaran yang dinilai memberatkan siswa dalam sistem pendidikan itu sendiri.

Pada dasarnya sekolah merupakan suatu tempat pembelajaran. Tidak melulu masalah belajar membaca atau menghitung, sekolah juga menjadi tempat pendidikan, dalam hal ini berhubungan dengan budi pekerti dan moral. Semua kompetisi belajar baik kognitif, psikomotorik dan afektif menjadi perhatian dalam sistem pendidikan nasional. Sekolah tidak hanya memberikan hasil berupa selembar kertas tanda lulus, namun lebih ditekankan pada pencapaian kompetensi oleh peserta didik. Sangat miris tentunya jika melihat banyak sekali lulusan yang tidak dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi atau mendapat penghidupan yang layak.

Sekolah favorit menjadi pilihan

Penerimaan siswa baru menjadi ajang bagi para lulusan untuk meraih jenjang sekolah yang lebih tinggi. Satu hal yang menjadi perhatian utama yaitu melanjutkan di sekolah favorit yang memang menjadi impian banyak orang. Nah berbicara masalah sekolah favorit pasti banyak hal yang menjadi alasan suatu sekolah menjadi favorit diantara sekolah-sekolah yang lain. Yang paling utama adalah bahwa sekolah tersebut memiliki prestasi yang baik dan biasanya dapat mempertahankan prestasi ini dalam jangka lama atau bahkan sampai turun-temurun. Sekolah yang dari awalnya memiliki prestasi cemerlang biasanya memiliki peserta didik yang unggul yang melanjutkan trah prestasi yang telah ditorehkan sebelumnya. Karena penerimaan didasarkan prestasi misal nilai calon siswa, maka yang diterima pun siswa-siswa yang lebih unggul. Yang tidak diterima biasanya akan ‘ngabur’ ke sekolah-sekolah lain yang dianggap ‘lebih rendah’.

Mahalnya biaya sekolah

Berbicara masalah biaya sekolah yang mahal, sebenarnya ini merupakan tanggung jawab bersama. Berdasarkan UUD 1945 pasal 31 ayat 4 disebutkan bahwa biaya pendidikan yang dilokasikan oleh pemerintah adalah 20% dari APBD. Hal ini tentu akan sangat berbeda bagi masing-masing daerah mengingat kondisi ekonomi yang berbeda pula. Pembiayaan pendidikan ini meliputi penambahan fasilitas sekolah seperti perpustakaan. Selain itu anggaran ini sudah termasuk gaji guru dan pegawai tidak tetap.

Sekolah swasta versus sekolah negeri

Sekolah sendiri mungkin dikenal dengan sekolah negeri ada pula sekolah swasta. Menurut Departemen Pendidikan Nasional (2008), jumlah sekolah di Indonesia pada tahun 2008 tercatat 1.455 (343 negeri dan 1112 swasta) SLB, 144.567 (132.513 negeri dan 12.054 swasta) SD, 26.277 (15.024 negeri dan 11.253 swasta) SMP dan 10.239 (4.493 negeri dan 5.746 swasta) SMA. Dilihat dari angka tersebut 16,53 % dari jumlah sekolah tersebut adalah sekolah swasta. Sekolah swasta biasanya didirikan karena jumlah anak usia sekolah yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah bangku pendidikan yang tersedia di sekolah. Sekolah negeri biasanya lebih dicari karena biasanya didirikan lebih lama dan memiliki prestasi yang baik. Selain itu metode pengajaran serta fasilitas belajar termasuk guru dinilai lebih baik.

Berbicara apakah sekolah swasta berbeda dengan sekolah negeri. Jika yang dimaksudkan hanya untuk membuat sekolah swasta terlihat setara dengan sekolah negeri sebenarnya sudah ada penambahan status ‘disamakan’ atau ‘disetarakan’. Hal ini mungkin menjadi satu hal serius. Namun melihat kondisi lain. Banyak sekali tempat pendidikan yang tidak mendapatkan gelar sekolah. sebut saja beberapa sekolah jalanan yang disitu pun yang diutamakan hanya bagaimana pendidikan itu dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat karena memang pendidikan adalah hak setiap warga negara. Sekolah swasta sebenarnya sudah dibebani dengan image mahal dan kurang baik jika dibandingkan dengan sekolah negeri. Kebanyakan peserta didik di sekolah swasta merupakan ‘buangan’ dari yang tidak lolos masuk ke sekolah negeri.

Hal mendasar yang membedakan sekolah swasta dari sekolah negeri adalah masalah biaya sekolah. sekolah swasta biasanya membebankan biaya sekolah yang lebih besar, baik biaya bulanan maupun biaya masuk. Namun akhir-akhir ini merebaknya sekolah swasta juga berimplikasi bahwa jumlah peserta didik di sekolah swasta kurang dari kuota, artinya banyak bangku yang kosong. Oleh sebab itu, pemerintah menyarankan untuk dilakukan merger atau penggabungan beberapa sekolah. Hal ini cukup baik jika dilihat bahwa biaya operasional sekolah sangat besar. Apalagi ketika pemerintah berencana untuk mencabut pegawai negeri yang bekerja di sekolah swasta, hal ini tentu akan menambah jumlah tanggungan biaya sekolah. sementara sekolah swasta memenuhi pembiayaan ini dengan membebankan biaya ini kepada peserta didik. Bukan tidak mungkin sekolah swasta akan ditinggalkan oleh peserta didik dan kemudian gulung tikar. Selain itu banyak masyarakat yang kembali tidak mampu mengenyam bangku sekolah.

Saat Pendidikan Bukan Tambang Uang

Pendidikan merupakan kebutuhan primer manusia yang sifatnya abstrak. Manusia perlu belajar untuk terus bertahan hidup dalam artian luas selain dari pemenuhan kebutuhan pangan, sandang dan papan. Hal ini sebenarnya sudah terdapat dalam peraturan perundangan yang sangat tinggi di Indonesia yaitu Pasal 31 UUD 1945. Sistem pendidikan Indonesia sekarang ini sebenarnya sudah semakin baik dibandingkan sebelumnya. Banyak sekali pihak-pihak yang peduli dengan keadaan pendidikan Indonesia yang memang kurang dibandingkan dengan negara lain.

Sekolah sebagai Media Pendidikan Utama 

Berbicara masalah pendidikan yang pertama kali disorot adalah masalah sekolah. Sekolah menjadi bagian terpenting berkaitan dengan pendidikan di Indonesia. Di sekolah kita dapat memperoleh pengajaran bermacam ilmu. Dalam sistem sekolah di Indonesia, kurikulumnya juga semakin hari semakin baik. Namun pergantian kurikulum yang terlalu sering justru membuat pendidikan itu sendiri menjadi tidak stabil. Sebelum penerapan kurikulum sebaiknya dilakukan pengkajian terhadap beberapa sekolah sampel yang dapat merepresentasikan bagaimana suatu kurikulum baru dapat berjalan dengan baik. Yang paling penting dari pendidikan di sekolah adalah apakah keluaran dari proses pendidikan didalamnya dapat menjadi suatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain pemberian pelajara, sekolah sebenarnya merupakan upaya pembentukan karakter. Perlu diajarkan pula bagaimana menjadi suatu bagian masyarakat luas ketika sudah lulus nanti. Kemampuan komunikasi, bekerjasama dan kreatif sangat diperlukan. Jangan sampai di sekolah dibiasakan untuk menerima apa saja yang dikatakan oleh pengajar. Pembangunan karakter seharusnya dilakukan sejak dini sehingga dapat diperoleh luaran sekolah yang memiliki kompetensi yang tinggi

Grafologi

Grafologi adalah teknik menilai karakter dan kepribadian seseorang dengan menganalisis lewat tulisan tangan, salah satunya adalah tanda tangan. Prof Dr John Nimpoeno, psikolog dan pakar grafologi di kampus Pasca Sarjana Universitas Parahyangan Bandung, menyatakan bahwa tanda tangan memiliki unsur yang dapat menunjukkan sifat atau karakter seseorang namun tidak selengkap grafologi. Grafologi dapat menunjukkan bagaimana sifat seseorang misal akankah sukses atau gagal, namun tanda tangan tidak memiliki sifat keterangan yang lengkap untuk mengetahui sampai sedetail itu.
Berdasarkan grafologi, gerakan menulis jelas ada hubungannya dengan kondisi psikofisik seseorang. Pikiran, emosi sesaat bisa muncul dalam tulisan tangan yang bisa dikenali juga sebagai tulisan otak (brain writing). Otak memberi arahan pada tindakan menulis karena sebenarnya kita dapat saja menulis dengan kaki, gigi maupun anggota tubuh yang lain. Otak memiliki peran yang sangat besar, sedangkan tangan merupakan salah satu medianya. Namun tak jarang hasil analisis grafologi lebih dipengaruhi oleh perasaan si penganalisis.

Beberapa ilmu grafonologi dilihat dari tanda tangan Tanda tangan yang terputus-putus menunjukkan perjalanan hidup yang tidak lancar karena tidak membuat perencanaan yang matang sehingga berimbas pada kegagalan. Lain halnya dengan yang memiliki tanda tangan melingkar yang diartikan dengan pribadi yang gampang putus asa dan mengeluh. Tipe ini suka memanipulasi diri akibat tidak percaya akan kemampuannya yang kadang sampai tahap mengada-ada atau berbohong. Tanda tangan yang biasa diletakkan diatas garis yang disediakan, anda memilki rasa hormat terhadap diri anda sendiri dan juga pihak yang berkuasa. Tanda tangan yang hanya sedikit lebih tinggi dari garis menandakan kegembiraan yang anda rasakan saat menandatangani dokumen tersebut. Sementara jika tanda tangan berada di bawah garis menandakan kemurungan pada diri anda. Tanda tangan yang naik menampilkan rasa percaya diri yang tinggi, demikian sebaliknya. Tanda tangan yang terlalu ke kiri menunjukkan rasa takut baik terhadap orang lain atau kegagalan. Namun jika terlalu ke kanan diartikan kurang perhatian dan tidak mampu mengawal emosi.

Tanda tangan yang lebih kecil dibandingkan teks tulisan mengungkapkan keinginan untuk menyendiri, menyibukkan diri dengan pekerjaan yang rumit dan terperinci. Sebaliknya tanda tangan yang besar menunjukkan maksud untuk menonjolkan diri. Bila hurufnya besar dan rata akan melambangkan kesombongan. Sementara huruf dengan ukuran yang kecil, mampat dan pendek menunjukkan rasa rendah hati. Tulisan yang sama dan konsisten menunjukkan tenaga yang amat tinggi. Nama keluarga pada tanda tangan juga dapat dilihat sifatnya. Jika nama keluarga lebih rendah dari nama depan menunjukkan sifat pemurung. Tanda tangan dengan penulisan dari dasar yang kemudian naik dan seolah-olah bersambung dengan huruf pertama menunjukkan seseorang yang menyimpan marah, geram, dendam dan kekecewaan yang tinggi. Tanda tangan yang memiliki garisan dibawahnya menunjukkan keyakinan atas apa yang dikerjakan serta personaliti yang hebat. Namun jeleknya anda agak mementingkan diri sendiri, anda percaya bahwa kehidupan dalam hidup sangat perlu. Bagi anda yang memilki dua titik di bawah tanda tangan anda menjelaskan sifat anda yang romantis. Anda tergolong buaya darat yang mudah bertukar pasangan, lebih mementingkan penampilan dalam memilih pasangan. Walau begitu anda begitu mudah menarik perhatian.

Sementara tanda tangan dengan satu titik dibawahnya menunjukkan sifat easy going yang tenang dimana semua mudah. Walau begitu anda sangat mudah hilang kepercayaan jika dikhianati. Lain halnya dengan yang tidak ada titik maupun garis, anda termasuk orang yang sanagat terbuka. Anda bersifat sesuka hati dan kurang memeperhatikan pendapat orang lain. Anda yang menggunakan bukan nama anda sebagai tanda tangan menunjukkan sifat anda yang berusaha untuk selalu tampil smart. Tidak peduli dnegan apa yang dikatakan orang, anda percaya diri dengan kemampuan anda. Sementara tanda tangan berkaitan dnegan nama menunjukkan anda cerdik namun kurang mau berpikir serta cepat menukar pendapat dan ide anda. Ada pula tanda tangan dengan huruf satu-satu yang terpisah yang memberikan gambaran prihatin, tidak mementingkan diri sendiri. Tipe orang yang rela berkorban apa saja untuk orang lain serta pemiki yang baik hati. Tanda tangan sesuai dengan ejaan nama anda dengan huruf yang jelas memberikan gambaran yang jelas sifat anda yang baik, dapat menyesuaikan diri terhadap siapa dan bagaimanan urusan anda. Anda bersifat tegas terhadap pendapat serta memiliki semangat yang tinggi.